09
May
10

Tempat mancing (air tawar) di Soroako dan sekitarnya


Soroako sebenarnya bisa menjadi tempat yang bisa diandalkan dan sangat potensial bagi mereka yang memiliki hobby mancing. Sebab Soroako terletak di wilayah yang kaya akan daerah perairan, baik air tawar maupun air asin (laut).  Sayangnya daerah yang potensial itu, utamanya di lingkungan air tawarnya, walaupun ada tetapi tidak banyak dihidupi oleh ikan ikan ganas yang enak dipancing contohnya ikan mas, nila dll. Hal hal inilah yang membuat pehobby mancing di Soroako tidak begitu menyenangi aktifitas mancing di air tawar.

Ikan ikan penghuni air tawar Soroako kebanyakan adalah berupa ikan endemik danau danau Soroako dan sekitarnya yaitu ikan Boutini dan ikan Opudi. Ikan Boutini inilah yang paling sering memakan pancing, sedangkan ikan Opudi sangat sangat jarang memakan pancing karena bentuknya yang kecil. walaupun ada yang terkena pancing itu hanya kebetulan saja. Selain dua jenis ikan tersebut, juga ada ikan pendatang yaitu ikan mas, ikan nila, ikan louhan, ikan gurame dan juga ikan sapu. Juga ada ikan yang umum ditemukan di perairan tawar yaitu,  ikan gabus, ikan betok (ikan kosang), juga ikan sepat (ikan jenggot).

Sekarang kembali pada judul yaitu tentang tempat tempat mancing di Soroako dan sekitarnya yang saya tahu dan pernah datangi, (strike tidak strike yang penting pernah saya datangi) juga menurut penuturan pemancing lain adalah :

1. Danau Matano

Tempat tempat mancing yang populer disekitar wilayah danau Matano adalah:

Tanjung Soroako lama, didaerah ini konon ada yang pernah mendapatkan ikan mas seberat 9kg dengan pancing. Selain itu banyak dihuni oleh ikan Boutini yang ya ampun rakusnya, Louhan juga ikan Nila. Metode pancing yang digunakan yaitu dengan cara casting (melontarkan pancing dari dermaga atau dari pinggiran danau). Umpan yang umum adalah cacing.

Sumasang atau lebih tepatnya di sekitar camp Thiess dan ex tempat mendarat pesawat albatros. Selain dihuni oleh banyaknya ikan boutini, juga dihuni oleh ikan nila dan ikan louhan. Metode mancing sama dengan di tanjung Soroako lama juga jenis umpan yang umum digunakan.

Otuno, lokasi ini bisa dikatakan hampir diujung timur danau Matano. Didaerah ini juga banyak sekali boutininya namun dengan ukuran yang besar besar. Juga banyak ikan nila dan sesekali ikan mas. Ikan mas di daerah ini kebanyakan berukuran jumbo, hanya saja agak susah dipancing kebanyakan didapatkan dengan cara ditembak. Metode mancing di daerah ini yang paling populer adalah mancing dasar karena airnya dalam dan pemancing biasanya menggunakan perahu. Lagi lagi cacinglah yang menjadi umpan utama.

Yacht Club adalah sebuah dermaga yang dulunya adalah sebagai tempat berkumpul keluarga dan pehobby perahu layar. Namun bila kita memancing dari dermaga ini, banyak pula ikan yang bisa kita angkat karena kondisi perairannya yang langsung dalam. Banyak juga jenis boutini tapi lumayan besar, juga ikan nila dan mujair.

Untuk kewilayah Barat saya belum pernah mencoba, cuma katanya disekitar daerah Bure dan Matano banyak terdapat ikan nila, nujair dan gurame yang besar besar. Jika ada teman yang punya pengalaman di daerah tersebut saya mohon masukanya. Kirim ke Anx.aja@gmail.com nanti akan saya posting di blog ini.

2. Kopatea

Kopatea adalah sebuah telaga yang terletak kurang lebih 2km sebelah barat Soroako. Daerah ini dulu sangat populer dengan keberadaan ikan masnya yang besar dan banyak. Namun seiring berkembangnya wilayah pemukiman, ikan ikan di daerah ini menjadi sedikit dan lama sekali membesar. Di daerah ini banyak dihuni ikan mujair, ikan mas dan ikan lele, sepengalaman saya mancing di daerah ini saya belum pernah strike ikan jenis lain dari ketiga jenis yang saya sebutkan di atas. Metode yang dipakai di daerah ini selain casting juga digunakan pancing dengan pemakaian pelampung (float). Untuk mancing mujair digunakan cacing sebagai umpan dan untuk memancing ikan mas digunakan umpan racikan.

Sekarang ikan di daerah ini banyak berkurang karena banyak juga orang menangkap ikan menggunakan jala, pukat, dan penggunaan setrum. Semoga ikan di daerah ini tidak cepat habis dan punah.

3. Danau Mahalona

Danau Mahalona terletak kurang lebih 15km sebelah Timur Soroako. Di danau ini juga terdapat ikan endemik Butini dan ikan nila. Untuk ikan mas saya kurang tahu karena tidak pernah mendapatkannya. Selain jenis ikan tersebut, danau ini juga banyak dihuni buaya. Walau begitu ikan nila di danau ini besar besar, cacing sebagai umpan utama.

4. Danau Towuti.

Danau ini juga banyak dihuni oleh ikan boutini, namun ikan boutini di danau ini relatif jauh lebih basar besar dibandingkan dengan ikan boutini dari danau Matano. Selain ikan boutini, danau ini juga dihuni ikan mas, nila, mujair dan berbagai ikan perairan tawar lainnya. Pemancing biasa menggunakan metode casting dan mancing dasar dengan menggunakan perahu.

5. Silika

Silika ini tadinya adalah sebuah areal pertambangan silika yang menghasilkan sebuah lubang dalam yang kemudian tertutup air dan menjadi sebuah telaga. Terletak tidak jauh dari Wawandula. Telaga ini banyak dihuni mujair dan ikan mas serta jenis ikan air tawar pada umumnya. Metode yang digunakan adalah casting dan pelampung, sedangkan umpan adalah racikan dan cacing.

6. Patingku

Patingku adalah sebuah daerah antara Wasuponda dan Larona yang dilalui sebuah sungai. Di daerah ini banyak terdapat ikan mas dan ikan nila yang besar besar. Pemancing biasa memakai pancing berpelampung karena aliran airnya yang tenang. Umpan racikan dan cacing masih menjadi primadona.

7. Larona

Larona adalah sebuah Dam PLTA milik PT INCO. Karena daerah ini terlarang bagi umum, maka kebanyakan yang mancing di daerah ini adalah security. Mereka mancing dari atas jembatan ataupun raft/bekas raft. Cara mencari lokasi ikanpun unik punya. Mereka biasanya mencari dulu kerumunan lalat yang beterbangan diatas air (menurut mereka kerumunan lalat menandakan ada buaya lagi santai) dan merekapun melontarkan umpan kearah kerumuna lalat itu. Dam ini banyak dihuni ikan mas dan ikan nila.

8. Pancuran karebe

Daerah ini adalah daerah para penjual makanan kecil bagi supir kendaraan yang beristirahat. Dialiri sungai Malili yang cukup lebar dan deras. Mancing di sini cukup minta izin para penjualnya untuk menggunakan tempatnya sebagai tempat mancing. Ikan yang biasa didapat di sini ialah ikan titang dan ikan hampulen (sejenis ikan bandeng), kadang juga ikan anai (kakap putih). Metode yang digunakan adalah pancing dasar dengan umpan udang. Untuk jenis ikan anai (kakap putih) sebenarnya bisa menggunakan minnow namun setahu saya belum pernah ada yang mencoba.

Sedangkan untuk lokasi pemancingan berupa kolam harian yang pernah saya jajal adalah di Wawandula kolam milik pak Ale biayanya Rp50K perhari, ikan mas, dan lele dumbo yang menjadi andalan di kolam ini. Untuk di daerah Wasuponda yang pernah saya coba adalah kolam milik pak Yakob dan kolam milik pak Yusuf. Di kedua kolam ini juga sama, untuk memancing seharian kita hanya dibebani biaya Rp50K. Ikan mas yang menjadi andalan kedua kolam ini, lumayan besar besar.


0 Responses to “Tempat mancing (air tawar) di Soroako dan sekitarnya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: